Selasa, 31 Maret 2020

Tutorial Penginstallan BIND 9 dan Konfigurasi DHCP Server

1. Menghubugkan VirtualBox ke Internet


Atur network adapter pada virtualbox menjadi bridge adapter. Pilih hardware yang akan menjadi bridge(hardware laptop fisik yang terhubung ke internet) . Apabila kalian menggunakan laptop, akan ada pilihan hardware wireless dan hardware lancard.


Kemudian masukkan perintah diatas untuk mengatur IP adddress pada Debian.


Ikuti yang di dalam kotak merah. Untuk address dan gateway, masukkan sesuai dengan network yang tersambung ke internet


Kemudian Restart networknya menggunakan perintah di atas.


Pengujian tes ping ke Google.com.

2. Mengarahkan Repositori ke Web Mirror yag ada di Indonesia


Masukkan perintah di atas untuk menambahkan website mirror repositori.


Tambahkan perintah seperti pada gambar di atas.

3. Instalasi dan Konfigurasi Bind9





Untuk Instalasi packages bind9 masukan perintah apt-get install bind9. Setelah itu kalian diperintahkan memasukkan cd/iso dari debian. Masukkan cd/iso kemudian Enter untuk melanjutkan. Jika kalian tidak ingin diminta memasukkan cd/iso, kalian beri tanda pagar(#) di depan deb cdrom:[Debian.....] pada repositori yang tadi kita tambahkan website mirror. Jika sudah maka akan ada tulisan done.



Selanjutnya masuk ke direktori bind menggunakan perintah cd /etc/bind. Kemudian liat isi direktori tersebut menggunakan perintah ls. Maka ada beberapa file yang perlu di konfigurasi, berikut adalah file-filenya:
1. named.conf.local   : Untuk menambahkan path dimana letak file forward dan reverse zone
2. named.conf.optios : Untuk menambahkan gateway dari DNS yang kita buat nanti
3. db.local                  : Sebagai forward zone
4. db127                     : Sebagai reverse zone


Masukkan perintah nano named.conf.local. Kemudian ikuti seperti gambar di atas. Agar lebih jelas berikut adalah isi dari kotak merah:

zone "vian.net"{
type master ;
file "/etc/bind/vian";
};

zone "32.168.192.in-addr.arpa"{
type master ;
file "/etc/bind/26";
};


Masukkan perintah nano named.conf.options. Kemudian ikuti seperti gambar diatas. Agar lebih jelas berikut adalah isi dari kotak merah:

forwarders [
            192.168.32.1; (ip gateway debian)
];


Kemudian copy db.local dengan perintah cp db.local vian. Lalu nano vian. dan ikuti seperti gambar di atas.


Setelah itu copy db.127 dengan perintah cp db.127 26. Kemudian nano 26. Ikuti seperti gambar di atas.


Masukkan perintah nano /etc/resolv.conf untuk menambahkan IP DNS dan domainnya.


Install dnsutils untuk menggunakan nslookup dan dig dengan memasukkan perintah apt-get install dnsutils

Pembuktian



Lakukan dig ke DNS yang tadi sudah dibuat. Maka akan terlihat ip dari DNS dan data-data lainnya akan sama seperti yang tadi di konfigurasi.



Instalasi dan konfigurasi DHCP Server

Langkah 1 : Seting IP Address jaringan

Langkah pertama yang harus anda lakukan sebelum melakukan instalasi dan konfigurasi dhcp server adalah melakukan konfigurasi ip address debian.

Langkah ini perlu dilakukan jika di server debian anda belum melakukan konfigurasi ip address.

Untuk setting ip address di debian langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

a. Aktifkan server debian anda

b. Masuk sebagai super user (saya yakin anda sudah tau caranya)

c. Edit file konfigurasi untuk mengatur ip address dengan mengetikan perintah berikut:
  nano  /etc/network/interfaces 
Lalu seting ip address untuk server debian anda, misalnya ip address yang akan digunakan adalah kelas C yaitu 192.168.10.1 (silahkan sesuaikan), seperti contoh di bawah ini:

 # This file describes the network interfaces available on your system
# and how to activate them. For more information, see interfaces(5).

# The loopback network interface
auto lo
iface lo inet loopback

# The primary network interface
auto eth0
iface eth0 inet static
        address 192.168.10.1
        netmask 255.255.255.0
        network 192.168.10.0
        broadcast 192.168.10.255
        gateway 192.168.10.1

Simpan pengaturan dengan menekan tombol keyboard CTRL + X lalu menekan tombol Y kemudian enter.

Langkah 2 : Instal Paket Aplikasi DHCP Server

Langkah kedua setelah anda melakukan konfiggurasi ip address, yaitu menginstal paket aplikasi dhcp server.

Paket aplikasi dhcp server terdapat di DVD 2 instalasi debian. sebelum melakukan instalasi, pastikan bahwa sumber instalasi dvd2 sudah terdaftar di repository sistem debian.

Untuk memastikannya, silahkan cek dengan menggunakan perintah berikut:
 nano  /etc/apt/sources.list

Jika anda melihat tulisan  seperti di bawah ini:
 deb cdrom:[Debian GNU/Linux 8.5.0 _Jessie_ - Official amd64 DVD Binary-2 201606$

Itu artinya sumber instalasi dvd 2 untuk menginstal dhcp-server sudah terdaftar di repository sistem debian anda.

Kok Tidak ada ?
Jika belum anda harus memasukan sumber instalasi dvd 2 ke daftar repository sistem debian dengan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Masukan DVD 2 ke CDROM

b. Ketikan perintah   apt-cdrom add   lalu enter

c. Ketikan lagi perintah  apt-get update , lalu enter

Langkah di atas harus dilakukan, jika tidak, maka ketika melakukan instalasi akan keluar error

E: Unable to locate package .....

Jika anda tidak punya DVD2 debian, maka anda bisa mencoba menggunakan repository online, namun mesin server debian anda harus sudah konek internet.

Untuk menggunakan repository online, caranya bisa dibaca di artikel sebelumnya tentang
 Mengatasi Error Unable to locate package debian

Lakukan Instalasi DHCP Server pada linux Debian

Saya anggap langkah di atas sudah anda lakukan, langkah selanjutnya adalah melakukan instalasi dhcp server, caranya adalah dengan mengetikan perintah di bawah ini:

  apt-get install  isc-dhcp-server 

Tunggu hingga proses instalasi selesai., kurang lebih hasil proses instalasinya akan terlihat seperti gambar di bawah ini:

instal dhcp server debian

Langkah 3 : Lakukan Konfigurasi file DHCP-Server

Agar DHCP server bisa aktif dan berjalan dengan baik, maka setelah proses instalasi langkah selanjutnya adalah melakukan konfigurasi dhcp-server.

Konfigurasi dhcp server dilakukan terhadap 2 file yaitu :
  1. file dhcpd.conf yang terletak di directory /ect/dhcp/dhcpd.conf 
  2. file isc-dhcp-server yang letaknya di directory /etc/default/isc-dhcp-server

Langkah-langkah untuk melakukan konfigurasi dhcp adalah sebagai berikut:
Ketikan perintah berikut:
 nano /etc/dhcp/dhcp.conf

Lalu cari teks # A slightly ...., kemudian hilangkan semua tanda # di bawah tulisan tersebut dari mulai tulisan #subnet sampai tanda #}.

Kemudian edit sesuaikan dengan IP address server debian anda (contoh pada langkah #1 di atas saya menggunakan ip address 192.168.10.1), maka untuk konfigurasi di dhcp, kurang lebih akan terlihat seperti gambar di bawah ini:

konfigurasi dhcp server debian

Silahkan sesuaikan dengan IP address yang anda gunakan di server debian anda.

Jika sudah, silahkan simpan konfigurasi dhcp and dengan cara tekan CTRL+X laly tekan tombol Y kemudian enter.

Langkah berikutnya adalah melakukan konfigurasi file isc-dhcp-server, caranya ketikan perintah berikut

nano  /etc/default/isc-dhcp-server

Scroll ke bawah dengan menekan tombol keyboard panah bawah, sampai anda menemukan teks berluliskan INTERFACES=" ", lalu ubah isinya menjadi eth0 (karena kartu jaringan yang saya gunakan adalah eth0 sesuai dengan konfigurasi ip address pada langkah #1 sebelumnya)

Akan terlihat seperti gambar di bawah ini:

Konfigurasi dhcp server debian

Silahkan sesuaikan dengan jaringan anda.

Setelah itu simpan konfigurasi dengan menekan tombol CTRL+X lalu tekan Y kemudian enter.

Langkah 4 : Restart Jaringan dan juga DHCP Server.

Setelah selesai melakukan konfigurasi, langkah selanjunya adalah merestart jaringan anda dan juga dhcp server, langkahnya adalah dengan mengetikan perintah di bawah ini:

Restart jaringan
 /etc/init.d/networking  restart 

Restart dhcp server
 /etc/init.d/isc-dhcp-server  restart 

Maka jika berhasil, hasilnya akan terlihat seperti gambar di bawah ini:


Sampai langkah di atas anda sudah berhasil melakukan instalasi dan juga konfigurasi DHCP server di mesin server debian anda.

Namun Terkadang ketika melakukan restart isc-dhcp-server suka muncul error FAILED...!,, itu biasanya anda kesalahan ketika melakukan konfigurasi dhcp pada file dhcpd.conf.

Silahkan sesuaikan dengan ip address yang anda gunakan, hati-hati salah menentukan networking dan broadcast address.

Cara test DHCP di komputer client

Client dengan sistem operasi Linux:
Jika komputer client anda mengunakan linux, maka pada konfigurasi ip address linux (lihat kembali langkah #1 sebelumnya). ketikan perintah berikut:

 auto eth0
iface eth0 inet dhcp

Client dengan sistem operasi Windows
1. Buka pengaturan jaringan (anda pasti sudah tau caranya)

2. lalu lakukan pengaturan seperti di bawah ini:

konfigurasi ip address dhcp client window

3. Silahkan cek dengan cara melakukan ping ke alamat server
 ping ipserver (untuk kasus saya yaitu, ping 192.168.10.1)


Jika hasilnya reply maka koneksi berhasil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar